Australia
Data
| Asosiasi | : Football Federation Australia |
| Julukan | : Socceroos |
| Seragam | : Kuning-Hijau |
| Kapten | : Lucas Neill |
| Pelatih | : Pim Verbeek |
Profile Singkat
AUSTRALIA kembali berhasil berlaga di pentas dunia yang akan berlangsung di Afrika Selatan nanti. Ini merupakan ketiga kali Socceroos mampu meraih tiket ke Piala Dunia (PD).
Australia pertama kali lolos pada PD Jerman 1974. Uniknya, Socceroos yang kala itu masih menjadi wakil Zona OCEANIA, juga berhasil berlaga di PD untuk kedua kalinya dengan menjadi juara menyisihkan Selandia Baru.
Uniknya, untuk kedua kali Australia berhasil tampil di PD 2006, dengan Jerman kembali sebagai tuan rumah. Sepanjang turnamen berlangsung, Socceroos berhasil tampil mengejutkan dan memukau.
Sayang, langkah tim yang ketika itu dibesut Guus Hiddink itu terhenti di tangan Italia pada babak kedua. Aksi diving Fabio Grosso yang berujung gol penalti Francesco Totti menjadi malapetaka buat Australia.
Kini Socceroos kembali ke PD. Bedanya, tim besutan Pim Verbeek itu menjadi salah satu wakil asia setelah menduduki posisi atas Kualifikasi PD 2010 Zona Asia Grup A dengan membuat Jepang harus puas berada di posisi kedua.
Peranan Besar Tim Cahill
Australia memang memiliki beberapa pemain bintang seperti Mark Schwarzer (Fulham), Harry Kewell (Galatasaray) dan sang kapten Lucas Neil (Everton). Namun, Tim Cahil layak dinobatkan sebagai pemain andalan skuad Verbeek itu.
Gelandang yang merumput bersama Everton itu, pertama kali tampil bersama Australia pada 2004. Ketika itu, Socceroos melakukan laga ujicoba melawan Afrika Selatan di Loftus Road, 30 Maret 2004 silam.
Meski kini jarang dimainkan Everton karena masih sering mengalami cedera, namun Cahill masih patut menjadi pemain yang diandalkan Verbeek dalam menghasilkan gol di Afrika Selatan nanti.
Ghana
Data
| Asosiasi | : Ghana Football Association |
| Julukan | : The Black Stars |
| Seragam | : Putih-Putih |
| Kapten | : Stephen Appiah |
| Pelatih | : Milovan Rajevac |
Profile Singkat
SEPAK terjang Ghana di pentas Piala Dunia memang masih asing terdengar di telinga kita. Piala Dunia 2006 bahkan menjadi penampilan perdana tim berjuluk The Black Stars ini. Namun, kendati baru tampil perdana, Ghana mampu membuat gebrakan dengan melaju ke putaran kedua.
Di fase penyisihan grup, Ghana yang tergabung di grup sulit bersama Italia, Rep. Ceska dan Amerika Serikat, sempat diremehkan sejumlah kalangan. Namun, diluar dugaan mereka mampu membalikkan prediksi banyak orang dengan membungkam Rep. Ceska 2-0 dan Amerika Serikat 2-1, sebelum akhirnya mendampingi Italia ke babak 16 besar.
Sayang, di babak 16 besar Michael Essien dkk harus berhadapan dengan langganan juara Brasil. Alhasil, langkah Ghana pun terhenti di fase ini setelah dibungkam Selecao 3-0.
Ghana melakoni babak kualifikasi menuju Piala Dunia Afrika Selatan dengan gemilang. The Black Stars meraih empat kemenangan beruntun di empat pertandingan awal babak kualifikasi, sehingga membuat mereka tampil sebagai wakil Afrika pertama selain tuan rumah Afrika Selatan di Piala Dunia 2010.
Peluang Ghana mengulang prestasi empat tahun silam cukup terbuka. Pasalnya, pada babak penyisihan grup nanti, Ghana di atas kertas hanya perlu melewati Serbia dan Australia untuk mendampingi tim spesialis turnamen, Jerman yang menjadi favorit di grup ini.
Namun, Ghana juga dipastikan harus berhati-hati dengan sepak terjang Serbia yang pada babak kualifikasi lalu tampil sebagai juara grup, setelah mengalahkan juara Piala Dunia 1998, Prancis yang harus melalui jalur play-off.
Michael 'Bison' Essien
Michael Essien yang telah mengoleksi 45 pertandingan dan menyumbang delapan gol, tampaknya bakal menjadi pemain yang paling bersinar di kubu Ghana.
Selain pengalaman berharga yang dibawanya selama merumput bersama Chelsea, Essien juga terkenal sebagai gelandang pekerja keras yang siap membantu serangan maupun turun ke belakang membantu serangan.
Lebih dari itu, Essien juga memiliki kemampuan lain yakni tendangan keras yang pastinya bakal membuat kiper lawan berjuang keras menyelamatkan gawangnya.
Pemain berjuluk Bison ini dikenal garang dan tak kenal lelah. Essien adalah andalan The Blues, dan sudah memainkan 116 pertandingan sejak muysim 2005. Posisinya tidak tergantikan oleh pemain lain. Dan peran itulah yang juga diembannya pada Timnas Ghana.
Essien sudah membela Timnas sejak 2002 lalu. Dan telah mengoleksi 45 laga dengan mencetak 8 gol. Kini, mampukan Bison mengantarkan Ghana ke tempat terhormat di Afrika Selatan?
Di fase penyisihan grup, Ghana yang tergabung di grup sulit bersama Italia, Rep. Ceska dan Amerika Serikat, sempat diremehkan sejumlah kalangan. Namun, diluar dugaan mereka mampu membalikkan prediksi banyak orang dengan membungkam Rep. Ceska 2-0 dan Amerika Serikat 2-1, sebelum akhirnya mendampingi Italia ke babak 16 besar.
Sayang, di babak 16 besar Michael Essien dkk harus berhadapan dengan langganan juara Brasil. Alhasil, langkah Ghana pun terhenti di fase ini setelah dibungkam Selecao 3-0.
Ghana melakoni babak kualifikasi menuju Piala Dunia Afrika Selatan dengan gemilang. The Black Stars meraih empat kemenangan beruntun di empat pertandingan awal babak kualifikasi, sehingga membuat mereka tampil sebagai wakil Afrika pertama selain tuan rumah Afrika Selatan di Piala Dunia 2010.
Peluang Ghana mengulang prestasi empat tahun silam cukup terbuka. Pasalnya, pada babak penyisihan grup nanti, Ghana di atas kertas hanya perlu melewati Serbia dan Australia untuk mendampingi tim spesialis turnamen, Jerman yang menjadi favorit di grup ini.
Namun, Ghana juga dipastikan harus berhati-hati dengan sepak terjang Serbia yang pada babak kualifikasi lalu tampil sebagai juara grup, setelah mengalahkan juara Piala Dunia 1998, Prancis yang harus melalui jalur play-off.
Michael 'Bison' Essien
Michael Essien yang telah mengoleksi 45 pertandingan dan menyumbang delapan gol, tampaknya bakal menjadi pemain yang paling bersinar di kubu Ghana.
Selain pengalaman berharga yang dibawanya selama merumput bersama Chelsea, Essien juga terkenal sebagai gelandang pekerja keras yang siap membantu serangan maupun turun ke belakang membantu serangan.
Lebih dari itu, Essien juga memiliki kemampuan lain yakni tendangan keras yang pastinya bakal membuat kiper lawan berjuang keras menyelamatkan gawangnya.
Pemain berjuluk Bison ini dikenal garang dan tak kenal lelah. Essien adalah andalan The Blues, dan sudah memainkan 116 pertandingan sejak muysim 2005. Posisinya tidak tergantikan oleh pemain lain. Dan peran itulah yang juga diembannya pada Timnas Ghana.
Essien sudah membela Timnas sejak 2002 lalu. Dan telah mengoleksi 45 laga dengan mencetak 8 gol. Kini, mampukan Bison mengantarkan Ghana ke tempat terhormat di Afrika Selatan?
Jerman
Data
| Asosiasi | : German Football Association |
| Julukan | : Der Panser |
| Seragam | : Putih-Hitam |
| Kapten | : Michael Ballack |
| Pelatih | : Joachim Low |
Profile Singkat
BICARA Piala Dunia, tentu tak lengkap tanpa menghadirkan satu Negara. Ya, Jerman. Tim yang dijuluki Der Panser ini merupakan salah satu peserta langganan. Dalam 18 Piala Dunia yang telah digelar, Jerman hanya dua kali absen yakni pada 1930 & 1950. Di Piala Dunia 1930, Der Panser absen lantaran tengah mengalami krisis ekonomi, sementara pada 1950, Jerman harus menjalani sanksi larangan tampil menyusul terjadinya Perang Dunia II.
Dari total jumlah tersebut, Jerman tiga kali mengakhirinya dengan gelar juara. Pertama, pada Piala Dunia 1954 di Swiss. Jerman tampil sebagai juara setelah menekuk Hungaria 3-2. Gelar kedua diraih di kampung halamannya sendiri pada 1974. Jerman juara setelah menaklukkan Belanda 2-1, dimana salah satu gol Jerman dilesakkan legendanya Gerd Muller. Terakhir, Jerman berjaya di Piala Dunia 1990, Italia. Dengan materi pemain yang kebenyakan merumput di Serie A seperti Juergen Klinsmann dll, Der Panser melibas Argentina 1-0 berkat gol tunggal Andreas Brehme.
Dengan koleksi tiga trofi Juara Dunia Jerman menduduki posisi ketiga peraih trofi terbanyak setelah Italia (4 gelar) dan Brasil dengan lima gelar juara. Jerman juga terkenal sebagai tim spesialis turnamen karena selalu mampu minimal menembus perempatfinal dari total 16 keikutsertaannya di ajang empat tahunan ini. Satu-satunya penampilan buruk Jerman terjadi pada 1938 saat gagal lolos dari fase penyisihan grup. Itupun masih dengan nama Jerman Barat.
Nah, Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan nanti akan menjadi penampilan ke-17 Jerman. Perjuangan Jerman di babak kualifikasi pun terbilang ciamik. Di bawah arahan pelatih Joachim Loew, Michael Ballack dkk sukses mengalahkan Rusia dalam perebutan tempat teratas. Selain itu, Jerman juga memainkan 10 laga di babak kualifikasi tanpa terkalahkan.
Namun, pada putaran final yang akan digelar Juni 2010, Jerman dipastikan harus tampil lebih dari yang dilakukannya di babak kualifikasi. Ya, pasalnya, dalam drawing yang dilakukan beberapa waktu lalu, Der Panser tergabung bersama tim-tim kuda hitam seperti Australia, Ghana dan Serbia.
Aksi Brilian Ballack
Pada turnamen kali ini, Loew memang tak banyak melakukan perubahan dalam susunan skuad. Ia hanya meneruskan apa yang telah dibangun pelatih terdahulu Juergen Klinsmann pada Euro 2008 lalu. Dengan materi yang nyaris sama, maka, pemain yang pastinya akan banyak memberikan kontribusi adalah sang kapten Michael Ballack.
Kendati usianya tak lagi muda, namun visi bermain gelandang Chelsea tak perlu diragukan. Sebab, dalam dua perhelatan Piala Dunia sebelumnya, Ballack berkontribusi besar membawa Der Panser lolos ke final 2002, setelah mencetak gol penentu kemenangan 1-0 Jerman atas tuan rumah Korsel di babak semifinal.
Sayang di babak final, Ballack harus absen akibat akumulasi kartu. Tanpanya, Jerman harus mengakui keunggulan langganan juara Brasil yang membekap Jerman 2-0 di partai puncak.
Di piala dunia 2006, Ballack yang menyandang ban kapten menggantikan kiper Oliver Khan yang pensiun, juga tampil luar biasa. Der Panser diantarnya melaju hingga ke semifinal, sebelum ditundukkan Italia 2-0 (Extra time) dalam perebutan tiket final. Gagal ke final, Jerman menghapus kekecewaannya dengan tampil sebagai juara tiga setelah menundukkan Portugal 3-1.
Dari total jumlah tersebut, Jerman tiga kali mengakhirinya dengan gelar juara. Pertama, pada Piala Dunia 1954 di Swiss. Jerman tampil sebagai juara setelah menekuk Hungaria 3-2. Gelar kedua diraih di kampung halamannya sendiri pada 1974. Jerman juara setelah menaklukkan Belanda 2-1, dimana salah satu gol Jerman dilesakkan legendanya Gerd Muller. Terakhir, Jerman berjaya di Piala Dunia 1990, Italia. Dengan materi pemain yang kebenyakan merumput di Serie A seperti Juergen Klinsmann dll, Der Panser melibas Argentina 1-0 berkat gol tunggal Andreas Brehme.
Dengan koleksi tiga trofi Juara Dunia Jerman menduduki posisi ketiga peraih trofi terbanyak setelah Italia (4 gelar) dan Brasil dengan lima gelar juara. Jerman juga terkenal sebagai tim spesialis turnamen karena selalu mampu minimal menembus perempatfinal dari total 16 keikutsertaannya di ajang empat tahunan ini. Satu-satunya penampilan buruk Jerman terjadi pada 1938 saat gagal lolos dari fase penyisihan grup. Itupun masih dengan nama Jerman Barat.
Nah, Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan nanti akan menjadi penampilan ke-17 Jerman. Perjuangan Jerman di babak kualifikasi pun terbilang ciamik. Di bawah arahan pelatih Joachim Loew, Michael Ballack dkk sukses mengalahkan Rusia dalam perebutan tempat teratas. Selain itu, Jerman juga memainkan 10 laga di babak kualifikasi tanpa terkalahkan.
Namun, pada putaran final yang akan digelar Juni 2010, Jerman dipastikan harus tampil lebih dari yang dilakukannya di babak kualifikasi. Ya, pasalnya, dalam drawing yang dilakukan beberapa waktu lalu, Der Panser tergabung bersama tim-tim kuda hitam seperti Australia, Ghana dan Serbia.
Aksi Brilian Ballack
Pada turnamen kali ini, Loew memang tak banyak melakukan perubahan dalam susunan skuad. Ia hanya meneruskan apa yang telah dibangun pelatih terdahulu Juergen Klinsmann pada Euro 2008 lalu. Dengan materi yang nyaris sama, maka, pemain yang pastinya akan banyak memberikan kontribusi adalah sang kapten Michael Ballack.
Kendati usianya tak lagi muda, namun visi bermain gelandang Chelsea tak perlu diragukan. Sebab, dalam dua perhelatan Piala Dunia sebelumnya, Ballack berkontribusi besar membawa Der Panser lolos ke final 2002, setelah mencetak gol penentu kemenangan 1-0 Jerman atas tuan rumah Korsel di babak semifinal.
Sayang di babak final, Ballack harus absen akibat akumulasi kartu. Tanpanya, Jerman harus mengakui keunggulan langganan juara Brasil yang membekap Jerman 2-0 di partai puncak.
Di piala dunia 2006, Ballack yang menyandang ban kapten menggantikan kiper Oliver Khan yang pensiun, juga tampil luar biasa. Der Panser diantarnya melaju hingga ke semifinal, sebelum ditundukkan Italia 2-0 (Extra time) dalam perebutan tiket final. Gagal ke final, Jerman menghapus kekecewaannya dengan tampil sebagai juara tiga setelah menundukkan Portugal 3-1.
Serbia
Data
| Asosiasi | : Football Association of Serbia |
| Julukan | : Beli Orlovi |
| Seragam | : Merah-Biru |
| Kapten | : Dejan Stankovic |
| Pelatih | : Radomir Antic |
Profile Singkat
MENJADI salah satu kontestan yang turun sejak edisi awal Piala Dunia 1930 di Uruguay dengan mengusung nama Kerajaan Yugoslavia, Serbia baru akan melakukan debut sebagai negara sendiri (sebelum 2006 masih bergabung dengan Motenegro) di Afrika Selatan 2010.
Berbekal warisan kejayaan masa lalu Yugoslavia yang sudah mengeyam pengalaman 17 kali tampil di turnamen sepak bola antar bangsa terbesar itu, skuad Serbia tidak bisa dipandang sebelah mata. Terlebih, Beli Orlovi-julukan Timnas Serbia- punya sederet nama andalan, contohnya bek Manchester United Nemanja Vidic dan gelandang Inter Milan Dejan Stankovic.
Lolosnya Serbia sendiri dinilai mengejutkan banyak pihak. Berada satu pot dengan runner-up Piala Dunia 2006 Prancis dan salah satu jawara Eropa Timur Rumania, White Eagles-julukan lain Timnas Serbia- mampu membalikkan prediksi publik yang sebelumnya lebih menjagokan Les Blues -julukan Timnas Prancis.
Berbicara kekuatan, Serbia tentunya bisa membanggakan lini belakang mereka. Kehadiran Vidic dan Branislav Ivanovic sebagai palang pintu barisan pertahanan menjadi jaminannya. Apalagi duet bek Premier League tadi akan mendapat sokongan dari pelapis macam bintang muda SS Lazio Aleksandar Kolarov dan pemain Borussia Dortmund Naven Subotic.
Masalah terbesar Serbia hanya pada barisan penyerang. Mereka tidak memiliki bomber handal, sejauh ini mereka hanya mengandalkan Nicola Zigic.
Serbia sendiri masuk di grup D pada Piala Dunia kali ini. Mereka akan berjumpa lawan-lawan berat seperti Jerman, Ghana dan Australia.
Vidic, Tembok Kokoh Serbia
Tidak salah rasanya jika menyebut nama Vidic. Menyandang predikat bek terbaik Premier Legue 2008, tidak diragukan lagi dia akan jadi tumpuan utama di lini pertahanan.
Reputasi mantan punggawa Red Star Belgrade ini sudah tidak diragukan. Secara mental dan pengalaman dia sudah sangat teruji. Vidic terbiasa menghadapi tekanan bermain di level paling karena sudah banyak maka asam garam di Premier League dan Liga Champions.
Vidic memulai karir internasional pada 12 Oktober 2002 melawan Italia di babak kualifikasi Euro 2004. Bersama defender tangguh macam Mladen Krstajic, Ivica Dragutinovic dan Goran Gavrancic, Vidic (ketika masih membela Serbia-Montenegro) mendapat sebutan "Famuos Four" karena keberhasilan mencetak rekor hanya kebobolan satu gol dalam 10 laga kualifikasi Piala Dunia 2006.
Piala Dunia kali ini akan menjadi debutnya pada putaran final. Di Jerman 2006 silam dia urung turut serta karena mengalami cedera lutut parah pada detik-detik terakhir.
Slovenia
Data
| Asosiasi | : Football Association of Slovenia |
| Julukan | : Igralci |
| Seragam | : Putih-Putih |
| Kapten | : Robert Koren |
| Pelatih | : Matjaz Kek |
Profile Singkat
SLOVENIA baru pertama kali tampil di Piala Dunia 2002. Sayang, hasil yang mereka dapat sangat mengecewakan. Negara yang saat itu dilatih Srecko Katanec tersebut gagal meraih kemenangan sekalipun.
Kini, Slovenia kembali berlaga di PD untuk kedua kalinya. Namun, perjalanan negara pecahan Yugoslavia itu sangat berliku. Setelah lolos sebagai runner-up Grup 3 Kualifikasi PD 2010, Robert Koren dkk berhadapan Rusia di babak play off.
Kendati sempat menelan kekalahan 1-2 pada leg perdana di Moscow, Slovenia memastikan diri lolos ke PD setelah meraih kemenangan 1-0 melalui gol tunggal Zlatko Dedic.
Di Afrika Selatan mendatang, Slovenia tergabung bersama Inggris, Amerika Serikat dan Aljazair. Tim besutan Matjaz Kek tersebut menjadi salah satu kuda hitam dalam ajang empat tahunan tersebut.
Palang Pintu Terakhir; Samir Handanovic
Samir Handanovic merupakan salah satu kiper hebat di Slovenia. Handanovic memulai karir sepakbola bersama klub Domazale. Udinese tertarik untuk meminangnya pada musim 2004 silam.
Bahkan, kehebatan Handanovic membuat Udinese tertarik untuk membawanya kembali untuk menggantikan kiper Morgan De Sanctis pada musim 2007 silam. Sejak saat itu, Handanovic menjadi pemain andalan Udinese.
Hingga kini, kiper bertinggi 1,96 meter tersebut sudah memperkuat Slovenia sebanyak 34 kali. Jadi, Slovenia sangat mengandalkan kepiawaiannya supaya dapat berbicara banyak di Afrika Selatan nanti.
Inggris
Data
| Asosiasi | : The Football Association |
| Julukan | : The Three Lions |
| Seragam | : Putih-Hitam |
| Kapten | : John Terry |
| Pelatih | : Fabio Capello |
Profile Singkat
INGGRIS adalah salah satu kekuatan besar di kancah sepakbola internasional. Selain Brasil, The Three Lions merupakan salah satu negara yang paling sering tampil di Piala Dunia.
Dahulu, negara yang terdiri dari banyak pemain bintang ini terkenal sulit menghadapi tim besar. Bukan hanya itu, Inggris juga tidak memiliki mentalitas yang diperlukan dalam pertandingan-pertandingan penting.
Namun, hal itu berubah sejak Fabio Capello ditunjuk untuk menangani John Terry dkk. Inggris memastikan tampil di Piala Dunia 2010 setelah menjadi juara di Kualifikasi Grup 6 Piala Dunia 2010.
Ini merupakan ke-13 kali, The Three Lions berhasil tampil di Piala Dunia. Sayang, hingga kini, Inggris baru satu kali mentasbihkan diri menjadi juara dunia pada 1966 silam.
Ketika itu, The Three Lions berhasil menjadi juara setelah menumbangkan Jerman Barat di babak final dengan skor 4-2, lewat hat-trick yang disumbangkan mantan pemain Geoff Hurst.
Mesin Gol Wayne Rooney
Rooney sudah menjadi salah satu pemain andalan ketika Timnas Inggris masih dibesut Sven-Goran Eriksson pada musim 2003 silam. Ketika itu, bomber andalan Manchester United tersebut sempat menjadi pemain termuda yang membela Inggris.
Rooney melakukan debut saat The Three Lions berhadapan dengan Australia, 12 Febuari 2003 silam. Namun, tidak lama kemudian rekor itu berhasil dipecahkan Theo Walcott pada bulan Juni 2006. Ketika itu Walcott unggul 36 hari.
Kini, Rooney juga menjadi salah satu andalan Capello di Piala Dunia 2010. Arsitek asal Italia itu berharap Rooney bisa memberikan banyak gol buat Timnas Inggris di Afrika Selatan nanti.
Dahulu, negara yang terdiri dari banyak pemain bintang ini terkenal sulit menghadapi tim besar. Bukan hanya itu, Inggris juga tidak memiliki mentalitas yang diperlukan dalam pertandingan-pertandingan penting.
Namun, hal itu berubah sejak Fabio Capello ditunjuk untuk menangani John Terry dkk. Inggris memastikan tampil di Piala Dunia 2010 setelah menjadi juara di Kualifikasi Grup 6 Piala Dunia 2010.
Ini merupakan ke-13 kali, The Three Lions berhasil tampil di Piala Dunia. Sayang, hingga kini, Inggris baru satu kali mentasbihkan diri menjadi juara dunia pada 1966 silam.
Ketika itu, The Three Lions berhasil menjadi juara setelah menumbangkan Jerman Barat di babak final dengan skor 4-2, lewat hat-trick yang disumbangkan mantan pemain Geoff Hurst.
Mesin Gol Wayne Rooney
Rooney sudah menjadi salah satu pemain andalan ketika Timnas Inggris masih dibesut Sven-Goran Eriksson pada musim 2003 silam. Ketika itu, bomber andalan Manchester United tersebut sempat menjadi pemain termuda yang membela Inggris.
Rooney melakukan debut saat The Three Lions berhadapan dengan Australia, 12 Febuari 2003 silam. Namun, tidak lama kemudian rekor itu berhasil dipecahkan Theo Walcott pada bulan Juni 2006. Ketika itu Walcott unggul 36 hari.
Kini, Rooney juga menjadi salah satu andalan Capello di Piala Dunia 2010. Arsitek asal Italia itu berharap Rooney bisa memberikan banyak gol buat Timnas Inggris di Afrika Selatan nanti.
Aljazair
Data
| Asosiasi | : Federation Algerienne de Football |
| Julukan | : Les Fennecs |
| Seragam | : Putih-Putih |
| Kapten | : Yazid Mansouri |
| Pelatih | : Rabah Saadane |
Profile Singkat
DUA puluh empat tahun lamanya Aljazair harus menanti kesempatan untuk bisa kembali unjuk gigi di ajang Piala Dunia. Setelah turun terakhir kali pada 1986, tim berjulukan The Dessert Fox akan melanjutkan kiprahnya yang tertahan pada pagelaran sepakbola antar bangsa terbesar di Afrika Selatan 2010.
Bagi Aljazair, Piala Dunia ini akan menjadi penampilan ketiga, diketahui sebelumnya mereka pernah mencicipi ganasnya persaingan di Spanyol 1982 dan Argentina 1986. Dari dua penampilan tersebut, mereka langsung gugur sejak babak awal dengan mencatatkan hasil dua kemenangan, masing-masing melawan Jerman Barat (2-1) dan Chili (3-2) pada '82, serta hanya meraup satu poin melawan Irlandia Utara (1-1) pada '86.
Mengenai kelayakan Aljazair tampil di Afsel, nampaknya sudah tidak perlu diragukan lagi. Tim besutan Rabah Saadane ini sudah melewati lika-liku pahit sejak babak awal.
Laga paling berat yang harus mereka hadapi sebelum memastikan satu tiket adalah saat bermain di Sudan melawan juara bertahan Piala Afrika Mesir. Pada duel bertajuk play-off yang terpaksa diselenggarakan karena kedua kubu meraih hasil identik di babak kualifikasi grup C, Les Fennecs-julukan Aljazair- mampu keluar sebagai pemenang lewat gol pamungkas pemain bertahan Anthar Yahia.
Di putaran final nanti, Aljazair tergabung di grup C bersama salah satu tim unggulan Inggris serta dua kuda hitam Amerika Serikat dan Slovenia. Dengan mengandalkan semangat juang para pemain, diperkirakan mereka bakal mampu memberikan perlawanan sengit sekaligus membuka peluang lolos ke babak 16 besar.
Madjid Bougherra
Nama defender asal klub liga Skotlandia Glasgow Ranger Madjid Bougherra sangat layak untuk diketengahkan. Pengalaman tampil di kancah Eropa termasuk Liga Champions tentu saja jadi jaminannya.
Berbicara skill, pemain 27 ini mendapat pengakuan resmi dari pelatih klub Bundesliga VfB Stuttgart Markus Babbel. Ketika Die Roten -julukan Stuttgart- harus berjumpa Rangers di laga babak penyisihan grup G Liga Champions beberapa waktu silam, Babbel terang-terangan menngungkapkan dirinya berharap agar Bougherra tidak tampil karena dia kehadiran mantan punggawa Charlton Athletic tersebut akan bisa menghancurkan rencana kerja pasukannya.
Bougherra yang juga memegang paspor warga negara Prancis lebih memilih membela negara asal kakeknya karena enggan bersaing keras dengan pemain-pemain tenar macam William Gallas Eric Abidal.
Dia melakukan debut internasional pada 2 Juli 2007 silam menghadapi Cape Verde. Pada kesempatan itu dia juga mencetak sebuah gol.
;;
Subscribe to:
Postingan (Atom)
