Jerman

Data
Asosiasi : German Football Association
Julukan : Der Panser
Seragam : Putih-Hitam
Kapten : Michael Ballack
Pelatih : Joachim Low
Profile Singkat

BICARA Piala Dunia, tentu tak lengkap tanpa menghadirkan satu Negara. Ya, Jerman. Tim yang dijuluki Der Panser ini merupakan salah satu peserta langganan. Dalam 18 Piala Dunia yang telah digelar, Jerman hanya dua kali absen yakni pada 1930 & 1950. Di Piala Dunia 1930, Der Panser absen lantaran tengah mengalami krisis ekonomi, sementara pada 1950, Jerman harus menjalani sanksi larangan tampil menyusul terjadinya Perang Dunia II.

Dari total jumlah tersebut, Jerman tiga kali mengakhirinya dengan gelar juara. Pertama, pada Piala Dunia 1954 di Swiss. Jerman tampil sebagai juara setelah menekuk Hungaria 3-2. Gelar kedua diraih di kampung halamannya sendiri pada 1974. Jerman juara setelah menaklukkan Belanda 2-1, dimana salah satu gol Jerman dilesakkan legendanya Gerd Muller. Terakhir, Jerman berjaya di Piala Dunia 1990, Italia. Dengan materi pemain yang kebenyakan merumput di Serie A seperti Juergen Klinsmann dll, Der Panser melibas Argentina 1-0 berkat gol tunggal Andreas Brehme.

Dengan koleksi tiga trofi Juara Dunia Jerman menduduki posisi ketiga peraih trofi terbanyak setelah Italia (4 gelar) dan Brasil dengan lima gelar juara. Jerman juga terkenal sebagai tim spesialis turnamen karena selalu mampu minimal menembus perempatfinal dari total 16 keikutsertaannya di ajang empat tahunan ini. Satu-satunya penampilan buruk Jerman terjadi pada 1938 saat gagal lolos dari fase penyisihan grup. Itupun masih dengan nama Jerman Barat.

Nah, Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan nanti akan menjadi penampilan ke-17 Jerman. Perjuangan Jerman di babak kualifikasi pun terbilang ciamik. Di bawah arahan pelatih Joachim Loew, Michael Ballack dkk sukses mengalahkan Rusia dalam perebutan tempat teratas. Selain itu, Jerman juga memainkan 10 laga di babak kualifikasi tanpa terkalahkan.

Namun, pada putaran final yang akan digelar Juni 2010, Jerman dipastikan harus tampil lebih dari yang dilakukannya di babak kualifikasi. Ya, pasalnya, dalam drawing yang dilakukan beberapa waktu lalu, Der Panser tergabung bersama tim-tim kuda hitam seperti Australia, Ghana dan Serbia.

Aksi Brilian Ballack
Pada turnamen kali ini, Loew memang tak banyak melakukan perubahan dalam susunan skuad. Ia hanya meneruskan apa yang telah dibangun pelatih terdahulu Juergen Klinsmann pada Euro 2008 lalu. Dengan materi yang nyaris sama, maka, pemain yang pastinya akan banyak memberikan kontribusi adalah sang kapten Michael Ballack.

Kendati usianya tak lagi muda, namun visi bermain gelandang Chelsea tak perlu diragukan. Sebab, dalam dua perhelatan Piala Dunia sebelumnya, Ballack berkontribusi besar membawa Der Panser lolos ke final 2002, setelah mencetak gol penentu kemenangan 1-0 Jerman atas tuan rumah Korsel di babak semifinal.

Sayang di babak final, Ballack harus absen akibat akumulasi kartu. Tanpanya, Jerman harus mengakui keunggulan langganan juara Brasil yang membekap Jerman 2-0 di partai puncak.

Di piala dunia 2006, Ballack yang menyandang ban kapten menggantikan kiper Oliver Khan yang pensiun, juga tampil luar biasa. Der Panser diantarnya melaju hingga ke semifinal, sebelum ditundukkan Italia 2-0 (Extra time) dalam perebutan tiket final. Gagal ke final, Jerman menghapus kekecewaannya dengan tampil sebagai juara tiga setelah menundukkan Portugal 3-1.

Serbia

Data
Asosiasi : Football Association of Serbia
Julukan : Beli Orlovi
Seragam : Merah-Biru
Kapten : Dejan Stankovic
Pelatih : Radomir Antic
Profile Singkat

MENJADI salah satu kontestan yang turun sejak edisi awal Piala Dunia 1930 di Uruguay dengan mengusung nama Kerajaan Yugoslavia, Serbia baru akan melakukan debut sebagai negara sendiri (sebelum 2006 masih bergabung dengan Motenegro) di Afrika Selatan 2010.

Berbekal warisan kejayaan masa lalu Yugoslavia yang sudah mengeyam pengalaman 17 kali tampil di turnamen sepak bola antar bangsa terbesar itu, skuad Serbia tidak bisa dipandang sebelah mata. Terlebih, Beli Orlovi-julukan Timnas Serbia- punya sederet nama andalan, contohnya bek Manchester United Nemanja Vidic dan gelandang Inter Milan Dejan Stankovic.

Lolosnya Serbia sendiri dinilai mengejutkan banyak pihak. Berada satu pot dengan runner-up Piala Dunia 2006 Prancis dan salah satu jawara Eropa Timur Rumania, White Eagles-julukan lain Timnas Serbia- mampu membalikkan prediksi publik yang sebelumnya lebih menjagokan Les Blues -julukan Timnas Prancis.

Berbicara kekuatan, Serbia tentunya bisa membanggakan lini belakang mereka. Kehadiran Vidic dan Branislav Ivanovic sebagai palang pintu barisan pertahanan menjadi jaminannya. Apalagi duet bek Premier League tadi akan mendapat sokongan dari pelapis macam bintang muda SS Lazio Aleksandar Kolarov dan pemain Borussia Dortmund Naven Subotic.

Masalah terbesar Serbia hanya pada barisan penyerang. Mereka tidak memiliki bomber handal, sejauh ini mereka hanya mengandalkan Nicola Zigic.

Serbia sendiri masuk di grup D pada Piala Dunia kali ini. Mereka akan berjumpa lawan-lawan berat seperti Jerman, Ghana dan Australia.

Vidic, Tembok Kokoh Serbia

Tidak salah rasanya jika menyebut nama Vidic. Menyandang predikat bek terbaik Premier Legue 2008, tidak diragukan lagi dia akan jadi tumpuan utama di lini pertahanan.

Reputasi mantan punggawa Red Star Belgrade ini sudah tidak diragukan. Secara mental dan pengalaman dia sudah sangat teruji. Vidic terbiasa menghadapi tekanan bermain di level paling karena sudah banyak maka asam garam di Premier League dan Liga Champions.

Vidic memulai karir internasional pada 12 Oktober 2002 melawan Italia di babak kualifikasi Euro 2004. Bersama defender tangguh macam Mladen Krstajic, Ivica Dragutinovic dan Goran Gavrancic, Vidic (ketika masih membela Serbia-Montenegro) mendapat sebutan "Famuos Four" karena keberhasilan mencetak rekor hanya kebobolan satu gol dalam 10 laga kualifikasi Piala Dunia 2006.

Piala Dunia kali ini akan menjadi debutnya pada putaran final. Di Jerman 2006 silam dia urung turut serta karena mengalami cedera lutut parah pada detik-detik terakhir.

Slovenia

Data

Asosiasi : Football Association of Slovenia
Julukan : Igralci
Seragam : Putih-Putih
Kapten : Robert Koren
Pelatih : Matjaz Kek
Profile Singkat

SLOVENIA baru pertama kali tampil di Piala Dunia 2002. Sayang, hasil yang mereka dapat sangat mengecewakan. Negara yang saat itu dilatih Srecko Katanec tersebut gagal meraih kemenangan sekalipun.

Kini, Slovenia kembali berlaga di PD untuk kedua kalinya. Namun, perjalanan negara pecahan Yugoslavia itu sangat berliku. Setelah lolos sebagai runner-up Grup 3 Kualifikasi PD 2010, Robert Koren dkk berhadapan Rusia di babak play off.

Kendati sempat menelan kekalahan 1-2 pada leg perdana di Moscow, Slovenia memastikan diri lolos ke PD setelah meraih kemenangan 1-0 melalui gol tunggal Zlatko Dedic.

Di Afrika Selatan mendatang, Slovenia tergabung bersama Inggris, Amerika Serikat dan Aljazair. Tim besutan Matjaz Kek tersebut menjadi salah satu kuda hitam dalam ajang empat tahunan tersebut.

Palang Pintu Terakhir; Samir Handanovic
Samir Handanovic merupakan salah satu kiper hebat di Slovenia. Handanovic memulai karir sepakbola bersama klub Domazale. Udinese tertarik untuk meminangnya pada musim 2004 silam.

Bahkan, kehebatan Handanovic membuat Udinese tertarik untuk membawanya kembali untuk menggantikan kiper Morgan De Sanctis pada musim 2007 silam. Sejak saat itu, Handanovic menjadi pemain andalan Udinese.

Hingga kini, kiper bertinggi 1,96 meter tersebut sudah memperkuat Slovenia sebanyak 34 kali. Jadi, Slovenia sangat mengandalkan kepiawaiannya supaya dapat berbicara banyak di Afrika Selatan nanti.

Inggris

Data
Asosiasi : The Football Association
Julukan : The Three Lions
Seragam : Putih-Hitam
Kapten : John Terry
Pelatih : Fabio Capello
Profile Singkat

INGGRIS adalah salah satu kekuatan besar di kancah sepakbola internasional. Selain Brasil, The Three Lions merupakan salah satu negara yang paling sering tampil di Piala Dunia.

Dahulu, negara yang terdiri dari banyak pemain bintang ini terkenal sulit menghadapi tim besar. Bukan hanya itu, Inggris juga tidak memiliki mentalitas yang diperlukan dalam pertandingan-pertandingan penting.

Namun, hal itu berubah sejak Fabio Capello ditunjuk untuk menangani John Terry dkk. Inggris memastikan tampil di Piala Dunia 2010 setelah menjadi juara di Kualifikasi Grup 6 Piala Dunia 2010.

Ini merupakan ke-13 kali, The Three Lions berhasil tampil di Piala Dunia. Sayang, hingga kini, Inggris baru satu kali mentasbihkan diri menjadi juara dunia pada 1966 silam.

Ketika itu, The Three Lions berhasil menjadi juara setelah menumbangkan Jerman Barat di babak final dengan skor 4-2, lewat hat-trick yang disumbangkan mantan pemain Geoff Hurst.

Mesin Gol Wayne Rooney

Rooney sudah menjadi salah satu pemain andalan ketika Timnas Inggris masih dibesut Sven-Goran Eriksson pada musim 2003 silam. Ketika itu, bomber andalan Manchester United tersebut sempat menjadi pemain termuda yang membela Inggris.

Rooney melakukan debut saat The Three Lions berhadapan dengan Australia, 12 Febuari 2003 silam. Namun, tidak lama kemudian rekor itu berhasil dipecahkan Theo Walcott pada bulan Juni 2006. Ketika itu Walcott unggul 36 hari.

Kini, Rooney juga menjadi salah satu andalan Capello di Piala Dunia 2010. Arsitek asal Italia itu berharap Rooney bisa memberikan banyak gol buat Timnas Inggris di Afrika Selatan nanti.

Aljazair

Data

Asosiasi : Federation Algerienne de Football
Julukan : Les Fennecs
Seragam : Putih-Putih
Kapten : Yazid Mansouri
Pelatih : Rabah Saadane
Profile Singkat

DUA puluh empat tahun lamanya Aljazair harus menanti kesempatan untuk bisa kembali unjuk gigi di ajang Piala Dunia. Setelah turun terakhir kali pada 1986, tim berjulukan The Dessert Fox akan melanjutkan kiprahnya yang tertahan pada pagelaran sepakbola antar bangsa terbesar di Afrika Selatan 2010.

Bagi Aljazair, Piala Dunia ini akan menjadi penampilan ketiga, diketahui sebelumnya mereka pernah mencicipi ganasnya persaingan di Spanyol 1982 dan Argentina 1986. Dari dua penampilan tersebut, mereka langsung gugur sejak babak awal dengan mencatatkan hasil dua kemenangan, masing-masing melawan Jerman Barat (2-1) dan Chili (3-2) pada '82, serta hanya meraup satu poin melawan Irlandia Utara (1-1) pada '86.

Mengenai kelayakan Aljazair tampil di Afsel, nampaknya sudah tidak perlu diragukan lagi. Tim besutan Rabah Saadane ini sudah melewati lika-liku pahit sejak babak awal.

Laga paling berat yang harus mereka hadapi sebelum memastikan satu tiket adalah saat bermain di Sudan melawan juara bertahan Piala Afrika Mesir. Pada duel bertajuk play-off yang terpaksa diselenggarakan karena kedua kubu meraih hasil identik di babak kualifikasi grup C, Les Fennecs-julukan Aljazair- mampu keluar sebagai pemenang lewat gol pamungkas pemain bertahan Anthar Yahia.

Di putaran final nanti, Aljazair tergabung di grup C bersama salah satu tim unggulan Inggris serta dua kuda hitam Amerika Serikat dan Slovenia. Dengan mengandalkan semangat juang para pemain, diperkirakan mereka bakal mampu memberikan perlawanan sengit sekaligus membuka peluang lolos ke babak 16 besar.

Madjid Bougherra

Nama defender asal klub liga Skotlandia Glasgow Ranger Madjid Bougherra sangat layak untuk diketengahkan. Pengalaman tampil di kancah Eropa termasuk Liga Champions tentu saja jadi jaminannya.

Berbicara skill, pemain 27 ini mendapat pengakuan resmi dari pelatih klub Bundesliga VfB Stuttgart Markus Babbel. Ketika Die Roten -julukan Stuttgart- harus berjumpa Rangers di laga babak penyisihan grup G Liga Champions beberapa waktu silam, Babbel terang-terangan menngungkapkan dirinya berharap agar Bougherra tidak tampil karena dia kehadiran mantan punggawa Charlton Athletic tersebut akan bisa menghancurkan rencana kerja pasukannya.

Bougherra yang juga memegang paspor warga negara Prancis lebih memilih membela negara asal kakeknya karena enggan bersaing keras dengan pemain-pemain tenar macam William Gallas Eric Abidal.

Dia melakukan debut internasional pada 2 Juli 2007 silam menghadapi Cape Verde. Pada kesempatan itu dia juga mencetak sebuah gol.

Amerika Serikat

Data

Asosiasi : United States Soccer Federation
Julukan : The Yanks
Seragam : Putih-Biru
Kapten : Carlos Bocanegra
Pelatih : Bob Bradley
Profile Singkat


POPULARITAS sepakbola di Amerika Serikat (AS) mungkin masih kalah jika dibandingkan basket, baseball, maupun American football. Tapi, bukan berarti prestasi AS bisa dipandang sebelah mata.

Berada di bawah United States Soccer Federation, AS


tercatat menempati peringkat 14 FIFA dan menjadi tim terbaik dalam zona CONCACAF. The Yanks -julukan AS- meraih prestasi impresif ketika menduduki peringkat tiga Piala Dunia perdana, 1930 silam.

Pada kesempatan itu, Bert Patenaude mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pemain pertama yang sukses mencetak hattrick dalam putaran final Piala Dunia. Itu ketika AS menumbangkan Paraguay 3-0. Namun, prestasi tersebut baru dipastikan pada November 2006 oleh FIFA karena sempat terdapat perdebatan terkait pencetak gol kedua. Sebelumnya, rekan setim Patenaude, Tom Florie, atau pemain Paraguay Ramon Gonzales disinyalir sebagai pencetak gol kedua.

Tim sepakbola AS kembali menarik perhatian publik pada Piala Dunia 1950 ketika menaklukkan Inggris yang termasuk salah satu kekuatan terbesar Eropa, 1-0.
Sayangnya, meski meraih sejumlah kesuksesan di berbagai turnamen internasional, sepakbola terus berada di bawah radar dan tidak mendapat popularitas yang layak. Fakta bahwa AS harus menunggu hingga 40 tahun untuk ambil bagian di Piala Dunia juga tidak membantu.

Memasuki tahun 1990-an, popularitas sepakbola mengalami peningkatan menyusul penetapan AS sebagai tuan rumah Piala Dunia 1994. Keputusan FIFA ini tidak lepas dari kontroversi, mengingat prestasi serta keterlibatan AS dalam turnamen internasional yang dinilai sangat minim. Namun, The Yanks berhasil membungkam kritik setelah menuai kemenangan 1-0 atas Trinidad dan Tobago pada laga pamungkas Kejuaran CONCACAF 1989.

Mendapat tiket langsung ke putaran final sebagai tuan rumah, performa AS cukup menjanjikan di Piala Dunia 1994. Mereka bahkan sempat melibas Kolombia 2-1 yang saat itu menempati ranking empat FIFA.

Prestasi AS terus membaik menyusul hasil memuaskan di Piala Dunia 2002 Jepang-Korea Selatan ketika mereka sukses lolos ke babak perempat final sebelum akhirnya tersingkir dari Jerman.

Pada Piala Konfederasi 2009, AS kembali membuat kejutan ketika menaklukkan favorit juara Spanyol yang menduduki peringkat pertama ranking FIFA. Kemenangan 2-0 atas La Furia Roja meloloskan AS ke babak final sekaligus menghentikan rekor Spanyol yang belum pernah terkalahkan dalam 35 laga sebelumnya. Di babak final, mereka akhirnya harus menyerah di tangan Brasil 2-3 setelah sempat memimpin dua gol di babak pertama.

Di bawah asuhan Bob Bradley, AS melakoni Kualifikasi Piala Dunia 2010 dengan impresif. Bersama Carlos Bocanegra sebagai kapten, AS melesat sebagai jawara Zona CONCACAF usai meraih 6 kemenangan dari total 10 laga dan hanya menelan 2 kekalahan. Jozy Altidore (dipinjamkan ke Hull City oleh Villarreal) tercatat sebagai topskor dengan torehan enam gol dari 13 laga yang dilakoninya.

Tergabung dalam Grup C pada putaran final di Afrika Selatan, Bocanegra dkk bakal memperebutkan tiket menuju babak knock out bersama Inggris, Aljazair, dan Slovenia.

The Star: Landon Donovan
The Yanks terus menelurkan talenta-talenta baru dan mulai merambah ke dataran Eropa. Seperti halnya Altidore yang tercatat sebagai punggawa klub La Liga Villarreal, AS juga memiliki pemain-pemain sekelas Oguchi Onyewu (AC Milan), Tim Howard (Everton), dan Clint Dempsey (Fulham).

Namun, selama beberapa tahun terakhir, nama Landon Donovan belum tertandingi sebagai bintang The Stars and Stripes.

Terlahir sebagai Landon Timothy Donovan, 4 Maret 1982, ia merupakan pencetak gol terbanyak bagi AS dengan total 42 gol. Dia juga merupakan pemain dengan assist terbanyak sepanjang sejarah sepakbola AS.

Donovan memulai karir profesionalnya bersama klub Bundesliga Bayer Leverkusen (2001-2005) setelah tercatat dalam skuad muda klub tersebut sejak 1999. Jarang diturunkan dalam pertandingan, ia akhirnya hijrah ke San Jose Earthquakes hingga 2004 dengan status pinjaman.

Berlaga di Major League Soccer (MLS), popularitas Donovan melesat cepat usai mengantarkan Earthquakes menjuarai MLS Cup (2001, 2003).

Kini, Donovan adalah ujung tombak klub populer Los Angeles Galaxy. Bersama bintang Inggris David Beckham, striker sekaligus kapten 27 tahun berhasil membawa Galaxy ke final MLS Cup 2009. Sayang, mereka harus tumbang setelah kalah dalam adu penalti. Kendati begitu, Donovan tetap terpilih sebagai Most Valuable Player 2009.

Menyusul libur kompetisi MLS, Donovan akan bereuni dengan kolganya, Tim Howard, di Everton sebagai pemain pinjaman. Ini merupakan kali kedua Donovan dipinjamkan ke klub Eropa setelah musim lalu merumput bersama Bayern Munich.

Argentina

Data
Asosiasi : Asociacion del Futbol Argentino
Julukan : Albicelestes
Seragam : Putih-Biru-Hitam
Kapten : Javier Mascherano
Pelatih : Diego Maradona
Profile Singkat

ARGENTINA menyandang kehormatan sebagai salah satu tim nasional terbesar di dunia. Bersama Prancis, Albiceleste menjadi satu-satunya tim yang menggenggam tiga gelar sekaligus, Piala Dunia, Piala Konfederasi dan Olimpiade.

La Selection mencatat rekor empat kali tampil di final Piala Dunia. Pertama, pada 1930 saat mereka harus tunduk di tangan Uruguay 2-4. Pada 1978, mereka memenangkan duel final melawan tim Oranje Belanda 3-1 sekaligus merayakan selebrasi pertama sebagai juara Piala Dunia di negeri sendiri.

Kesuksesan pun berulang pada 1986. Legenda sepakbola dunia Diego Armando Maradona mengantar Argentina kembali mengusung trofi melalui gol tangan tuhan torehannya saat mengkandaskan Jerman Barat 3-2. Sayang, mereka harus gigit jari. Pada 1990, Jerman menyingkirkan Argentina 1-0 melalui tendangan penalti.

Bukan Argentina bila tanpa sensasi. Tim Tango kembali membuka dendam lama melawan Jerman pada Piala Dunia 2006. Diunggulkan menjadi juara, Argentina malah ditendang pasukan tuan rumah 4-2 di partai perempat final.

Pertandingan pun berakhir ricuh setelah dua kubu terlibat bentrok. Leandro Cufre diusir wasit dari lapangan karena menendang Per Mertesacker. Sedangkan Maxi Rodriguez, yang kala itu berperan sebagai eksekutor gol terbaik Piala Dunia kedapatan memukul Bastian Schweinsteiger dari belakang.

Sayangnya, Piala Dunia 2010 memberikan atmosfer berbeda. Argentina susah payah keluar dari krisis demi lolos babak penyisihan grup zona Amerika Selatan. Tujuannya merebut trofi internasional yang sudah 24 tahun lepas dari genggaman.

Bersaing ketat dengan 10 tim, skuad garapan sang legenda Diego Maradona yang notabene penuh pemain bintang terseok-seok. Penampilan buruk secara beruntun memaksa pasukan sang maestro Maradona berusaha ekstra keras hingga laga terakhir.

Lionel Messi dkk bahkan sempat tak berani berharap. Namun, Argentina akhirnya sukses merebut kemenangan tipis di laga final atas Peru dan Uruguay. Berbekal 28 poin, Argentina berangkat ke Afrika Selatan setelah mencatat delapan kemenangan, empat kali seri dan enam kekalahan.

Selain mengatasi nasib, Argentina harus menghadapi hujan kritik dan kecaman jelang penampilan ke 20 perhelatan akbar Piala Dunia. Maradona dinilai gagal membentuk performa terbaik tim. Sementara bintang muda Messi dihujat karena tak mampu menyumbang gol terbaik untuk mengantar tim lolos dengan mudah.

Hasil final drawing, Argentina tergabung di Grup B bersama Nigeria, Republik Korea dan Yunani. Secara matematis, Argentina mampu melaju ke babak selanjutnya. Namun, dengan catatan Argentina tidak boleh kalah pad alaga pembuka.

Pemain Terbaik Dunia; Lionel Messi
Ketajaman dan kepiawaian mengasah bakat di lini depan membuat Lionel Messi selalu menjadi bintang lapangan sekaligus tumpuan kemenangan skuad. Sang legenda Diego Maradona pun tak segan menyebut La Pulga sebagai suksesor.

Di babak penyisihan Piala Dunia 2010 melawan Venezuela, Maret 2009, untuk kali pertama pemain terbaik dunia ini mengenakan kostum dengan nomor punggung pendahulunya, 10. Sebaliknya, bagi Maradona, ini merupakan laga ofisial pertama saat dirinya menjabat sebagai pelatih timnas.

Generasi baru Gabriel Omar Batistuta, Messi, disebut-sebut sebagai pemain terbaik di eranya. Di usia 21 tahun, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 telah mengoleksi sejumlah gelar bergengsi. Selain beberapa kali menjadi nominator Pemain Terbaik Dunia FIFA dan Ballon d'Or, Messi meraih Bola Emas dan Sepatu Emas pada 2005.

Performa Messi yang ciamik bersama Barcelona, kini diharapkan bisa menular kepada Timnas Argentina. Keraguan sempat mencuat setelah prestasi Tim Tango kerap naik-turun. Sekarang tinggal menunggu, mampukah Maradona menemukan formula terbaik buat Timnas Argentina.

;;